Thursday, January 29, 2009

DIA TIDAK MENGERTI??

Saya sedih!!! Kadang semuanya begitu baik dan bahagia. Tapi kali ini, saya benar-benar cemas. Semakin hari, semakin dekat saya akan berangkat ke Medan. Seharusnya saya bahagia, karena saya akan bertemu dengan orang tua dan saudara-saudara, tetapi yang terjadi sebaliknya. Saya takut, cemas, bingung dan tak bisa saya ingkari...... sebenarnya kalau bisa.... saya ingin, hari itu saya tidak usah pulang dan melewati pesta itu.

Mungkinkah dia kurang memahami keadaan ini? Terlalu pentingkah ini untuk dimasalahkan sehingga saya menjadi lebih sensitif dari biasanya? Mungkin benar... dia kurang mengerti, terlalu simple!!! Hanya masalah waktu yang memang bukan waktu saya untuk menikmati hari bahagia itu duluan. Mungkin dia berpikir seperti ini. Sekali lagi, mungkin!!!

Dengan keterbatasan saya sebagai wanita biasa, sebagai seorang kakak perempuan, sama seperti wanita lainnya... saya sedih. Dan perasaan ini hampir sebagian besar wanita mengalaminya. Selama ini saya hanya mendengar curhatan teman tentang kejadian ini, tetapi kali ini saya sendiri yang mengalaminya.

Kembali saya bertanya: "mengapa dia tidak mengerti? mengapa dia belum bisa memahami perubahan sikap saya?" Saya bingung harus menjelaskan secara detail pada nya. Perjalanan ini begitu berat untuk saya hadapi sendirian. Saya sadar, saya dan dia punya kelemahan... mungkin kurang peka??

Kembali saya menikmati kesendirian saya dalam masalah pribadi yang teramat pelik untuk diterjemahkan dengan kata-kata. Hanya hati saya sangat sakit, itu saja. Saya berusaha untuk memahami perasaan saya, melihat, dan merasakannya sampai saya benar-benar siap pada posisi puncak kebahagiaan adik saya. Sampai saya benar-benar memahami arti cinta dan pengorbanan. Cita saya, dia bisa menyadari kerapuhan ini, kekuatan ini dan akhirnya kita bisa tahu siapa yang jadi juaranya...........

APA ITU CINTA??

Pagi yang cerah, udara yang segar membuat hari ini saya berangkat kerja dengan semangat. Dengan baju putih plus rok putih garis biru, teman-teman menilai hari ini saya begitu feminim. Hal pertama yang saya lihat adalah blog favorit saya, Dewi Lestari. Mata saya tertuju pada labels On Love an Loving. Bukan jawaban pasti dan jelas tetapi saya hanya bisa mendapatkan pemahaman seiring perjalanan dan pengalaman pribadi saya tentang apa itu cinta??
Pertanyaan yang sering dan selalu sepanjang hidup ini menjadi pencarian yang tak henti. Menjadi sumber inspirasi tiap film, lagu dan cerita. Menurut Anda, apa itu cinta?? Dewi Lestari mengungkapkan bahwa cinta itu pengalaman, bukan penjelasan. Perjalanan, dan bukan tujuan. Ungkapan ini membuat saya mencari tau apa dipikirkan nya.
Saya mencoba menterjemahkannya. Yang saya dapatkan bukan penjelasan, tetapi pemahaman. Dengan catatan: pemahaman ini pun hidup, dan bergerak. Kita tidak bisa berharap menjadi manusia yang selamanya sama dan konstan. Pemahaman kita berubah, pengalaman kita berubah. Seperti pemahaman yang terus menerus menyempurnakan arti cinta dalam hidup kita (termasuk saya) lewat pengalaman yang terus bergerak here and now, hanyalah kail pancing untuk memahami "diri" sebagai cinta itu sendiri.
Memahami "diri" sebagai cinta seutuhnya, terbuka dan aktual. Sehingga cinta itu tidak lagi palsu dan usang. Pun cinta kepada pasangan yang terus berkembang, mengartikan suatu usaha "diri" untuk terbuka apa adanya, berkorban dan setia seiring pengalaman yang terus berubah untuk menyempurnakan arti cinta itu sesungguhnya pada pasangan kita.
Shering ini menjadi pengalaman baru untuk saya tentang cinta. Kembali menurut Anda sendiri, "apa itu cinta?"

Wednesday, January 28, 2009

PERJALANAN

Setelah dia pergi ke luar kota selama 10 hari, akhirnya dia kembali ke Jakarta selasa sore tanggal 27 Januari 2009. Topi coklat, jaket hitam, celana jeans dengan tas Eiger merah yang berat. Beban yang dia pikul apakah semakin berkurang? Maksudnya adalah beban batin tentang keluarganya yang broken home. Selama ini selalu menjadi alasan nya merasa kurang beruntung dari pada orang lain. Masalah keluarga yang selalu menghantui masa mudanya sampai dengan umurnya 26 tahun, sering juga membuat dia harus berkorban. Berkorban entah untuk orang tua atau saudaranya.

Kesan pertama tiba di Jakarta, dia lapar!! Hehehe, karena dia langsung saja nongkrong dan menyantap mie ayam di stasiun senen plus es tee dingin. Tas dan oleh-olehnya diletakkan di samping kursi, sambil membaca majalah. Apakah dia benar-benar sudah menemukan jawaban yang dia cari di Yogya?? Hmmm... saat ini belum terjawab.

Tiba di rumah, dia mengeluarkan dan membagikan oleh-oleh. Bercanda dan nonton TV, tapi dia belum juga menceritakan kisah nya selama di Yogya. Penasaran bukan?? Setelah satu jam ditunggu-tunggu, dia mulai menceritakan cerita perjalanannya satu per satu selama di Yogya. Disertai dengan foto-foto serta video dari handphonenya, terlihat jelas semua yang terjadi. Disana dia bertemu ayah-ibunya, sepupu, eyang putri, paman, tante, dll. Kehidupan keluarga yang menurut kacamatanya dinilai sangat rumit dan memalukan. Entah mulai dari intrik orang tuanya sampai dengan keluarganya yang lain. Wajahnya terlihat lemas, kesal, dan menyesali kehidupan keluarga besarnya yang berantakan. Sedikit terlihat mimik wajahnya yang hampir menangis...

Sepertinya dia ingin sekali merubah dan memperbaiki keadaan keluarganya. Entah dengan apa?? Dia sendiri tidak tahu dan tidak bisa melakukan apa-apa, karena semua sudah terjadi, masa lalu tak bisa dibalik lagi. Dia bisa apa?? Dia tidak bisa mengubah keadaan saudara-saudaranya secepat yang dia harapkan bukan?? Apa bisa kita mengubah jalan hidup orang lain?? Seperti mengubah dunia yang tidak mungkin dilakukan oleh kedua tangan ini, kedua kaki ini, sepasang mata ini. Semuanya kembali ke diri orang itu sendiri bukan?? Sebagai manusia kita hanya bisa mendoakan dan kembali memperbaiki diri kita sendiri. Mudah-mudahan menjadi contoh untuk kehidupan orang lain supaya menjadi lebih baik. Toh tidak semua keluarganya yang berantakan, masih ada sifat baik dan positif yang bisa diambil dari keluarga tantenya yang harmonis.

Semua yang terjadi dan terlewati tak bisa kembali lagi. Sekarang bagaimana dia bisa menerima dan yakin pada dirinya sendiri untuk menjadi manusia yang baik, setia terhadap panggilan hidupnya dan bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri maupun orang lain. Ini lah awal perjalanan panjang kehidupannya dalam memahami arti kesetiaan dalam panggilannya menuju hidup berkeluarga.....

Tuesday, January 27, 2009

FEBRI & KRIDA (ALM)

Sepasang insan yang saling mencintai, tetapi harus dipisahkan oleh maut. Perjuangan dan penantian cinta yang mengharukan. Kesetiaan cinta dari seorang laki-laki (Febri), selama 8 tahun lebih kepada cintanya. Tetap yakin menunggu, padahal wanita itu sudah bersama dengan laki-laki lain. Penantian yang tidak sia-sia, setelah sekian lama cintanya datang dalam keadaan sakit...

Saya bertemu dengan wanita ini (Krida) empat tahun yang lalu sekitar bulan Agustus 2004. Kesan pertama dia begitu keras dan cuek. Maklum, dia accounting senior, umur saya yang jauh lebih muda dari dia, dan dia dikenal dekat dengan owner perusahaan kami (dulu saya bekerja satu perusahaan dengan dia). Seiring waktu, kami jadi dekat, sungguh sangat dekat. Saya merasakan perlindungan seperti seorang adik kepada kakak perempuannya. Kami cerita apa saja, dari hal kecil sampai hal besar, dari hal lucu sampai serius, dsb. Masing-masing kami tahu apa yang terjadi dan bergejolak dihati kami masing-masing, termasuk urusan cowok.

Bang Febri, demikian saya menyebut pacar ka krida. Dia begitu optimis, periang dan semangat... Pertama kali ketemu dengannya, mereka dan ka krida kelihatan serasi. Jujur, saya bahagia melihat ka krida tertawa. Dia laki-laki yang cocok untuk ka krida, bisik hatiku. Supportku, selalu jadi pertimbangan ka krida, syukurlah.. dia mendengar anak kecil ini (sebutannya padaku). Mereka akhirnya pacaran.

Di apartemen yang sama, kamar yang sama, kami berdua selalu bercerita dan tertawa. Ada sedikit ribut, tapi kami selalu bisa menyelesaikannya dengan baik. Saat berpisah karena saya resign, ada kata yang keluar sekelibat dari bibirnya saat malam terakhir kami bersama, "win, aku pasti sedih kamu ga ada? aku bisa mati sendirian". Saya diam, tak mengerti maksud kata-katanya. Saya pikir dia mengigau, mimpi atau apalah... Saya tidak menyangka... itu terjadi!!! Dia kanker payudara!!
Bang Febri setia menemani bahkan tak segan-segan membersihkan luka di dadanya yang semakin parah dan membau. Menggendong, menyuapi, memberikan minum, berdoa bersama... kegiatan rutin yang tak pernah lepas diberikan bang Febri. Luka dan wajah ka krida yang semakin rapuh bahkan tidak secantik dulu, tidak meluluhkan kesetiaannya. Dia terus mendampingi ka krida sampai hembusan nafas terakhir...
26 Januari 2009, bang Febri telepon dan mengungkapkan kepada saya kalau dia masih merasakan kehadiran ka krida, dia selalu membayangkan kebersamaan mereka. Bang Febri selalu berdoa untuk kebahagiaan ka krida. Dia tidak tahu langkah ini akan dibawa kemana, dan bagaimana selanjutnya bang Febri?? Bang Febri hanya mengatakan kalau dia akan mengikuti arus hidup ini dengan hati yang berserah, mengalir saja.... (Saya benar-benar kagum).

Friday, January 23, 2009

DUH... GANTENGNYA...


Duh gantengnya... Yup benar sekali, tepatnya cowok guanteng. Wulan yang asik kerja tiba-tiba langsung teriak cari dukungan, "Win, ada cowok ganteng tuh, dari supplier Pak Eko". Saya yang sibuk menyetel harga sambil ngantuk, tiba-tiba diusik oleh teriakan Wulan. Spontan saya melihat ke arah mahluk ganteng yang ditunjuk Wulan. Benar bo, tuh mahluk macho plus ganteng bleeeh. Langsung aja saya mendukung Wulan untuk ngerjain cowok ganteng itu.

Duh gantengnya.... (eits, mbak Wulan jangan sampe ngences hehehehe). Tapi, mata emang ga pernah salah. Buktinya semua cewek-cewek purchasing mesem-mesem, sok jaim, dsb. Apalagi Bu Hanny (Manager) juga suka lihat tampang tuh cowok. Kebetulan Pak Eko duduk disamping meja saya, jadi saya bisa lihat dengan jelas wajah cowok ganteng itu, jelaaaaaassss, komplit deh!!! Wulan yang ga puas lihat wajah cowok ganteng itu bolak-balik melintasi meja saya. Cari perhatian nih yeeee....

Namanya: Hardi Pramudya. Kayaknya berhasil buat kita semua ga ngantuk siang-siang begini hehehe. Dia pake baju batik coklat lengan pendek tampak kaus dalamnya, plus celana jeans hitam. Lesung pipit dan tampangnya yang manis, badan yang proporsional. Wuiiiih, pokoknya secara fisik sempurna. Saya bisikin ke Ibu Hanny, "tanyain bu, asalnya mana? lama-lamain aja di ruangan, Wulan suka tuh!". Kebetulan Ibu Hanny persis duduk di meja saya.


Saya pikir, pasti lah semua mahluk cewek untuk sementara melihat wajah tampannya. Sekali lagi sementara. Setelah itu terserah Anda. Kesempurnaan kan bukan diukur dari fisik semata. Sekedar mengagumi wajarlah, di TV aja kita bisa melihat wajah-wajah cantik dan ganteng sepuasnya. Fisik bisa berubah seiring waktu (mungkin tidak secantik atau seganteng dulu) alias ga abadi, tetapi hati dan sifat baik ada di dalam hati dan tidak termakan waktu.

Jadi, kagum aja deh. Ga usah lebih. "Kalau dia telepon nanya Wulan, boleh deh aku jodohin n jadi pak comblang," seru pak Eko. "Terima kasih pak Eko gitu baru teman", jawab Wulan. Saya mendukung kog mbak.... tenang aja fren. Good luck deh.

JANJI???

Apa yang sudah terjadi, terjadilah. Apa yang terucapkan tak bisa ditarik lagi. Janji sudah tak ada artinya, karena waktu menjawab bahwa semua hanya sekedar intermezzo. Mungkin hanya sekedar permainan kata, atau hanya untuk merasakan kenikmatan semu!! Entahlah, yang penting sulit sekali untuk percaya akan janji yang diucapkan manusia, karena lidah tak bertulang kah???

Apakah sebaiknya janji harus dituangkankah dalam sebuah kertas?? Mungkin itulah yang pasti. Mengingatkan bahwa janji sudah terucap. Jadi, perlukah kita percaya akan janji yang terucap oleh manusia tanpa bukti?? Sebaiknya hati-hati saja!! Ada manusia yang bertanggung jawab atas setiap janji yang diucapkannya, tapi ada juga yang tidak. Tergantung, dia tergolong manusia yang mana?

Pertanyaannya, lalu apa yang abadi? Tak adakah yang bisa dipercaya lagi di dunia ini? Agghh... biarkan saja kamu berpikir, bertindak. Ingat!! Apa yang kamu lakukan pasti memiliki resikonya.
Pengalaman yang dilewati, susah senang harus diterima dengan hati yang terbuka. Buat saja sebagai pembelajaran yang membentuk kekuatan. Bukankah kekuatan itu datang dari usaha untuk bangkit dari masalah. Tak perlu menyesal atas janji yang terlewatkan!!!! Life must go on friend. Always pray to Ur GOD!!!

TAK LEKANG OLEH WAKTU




Seputih cinta ini
Ingin kulukiskan di dasar hatiku
Kesetiaan janjiku
Untuk pertahankan kasihku padamu

Bukalah mata hati
Ku masih cumbui bayang dirimu di dalam mimpi
Yang mungkin takkan pernah
Membawamu di genggammu

Dirimu di hatiku
Tak lekang oleh waktu
Meski kau bukan milikku
Intan permata yang tak pudar
Tetap bersinar
Mengusik kesepian jiwaku

Ku coba memahami
Bimbangnya nurani
Tuk pastikan semua
Tak akan kuingkari
Terlalu banyak cinta yang mengisi datang dan pergi
Namun tak pernah bisa
Lenyapkanmu di benakku (Kerispatih)

Thursday, January 22, 2009

LELAH

Apa yang bisa dilakukan ketika waktu akhirnya melahirkan jawaban yang tak diinginkan. Andai waktu itu tak terjadi, andai waktu itu tidak terjadi. Mungkin tidak ada kecewa dan sedih. Tak terasa air mata menetes saat tanggal pernikahan itu sudah ditetapkan.

Beberapa hari ini sifat dan perasaan sangat sensitif, sungguh-sungguh berbeda. Mengapa?? Terus mencari... Praduga jatuh pada seseorang, tapi hari ini terjawab sudah, bukan dia!!! Apakah perasaan dan sifat itu menandakan sebuah firasat??? Mengapa tak menyadarinya? Lelah...., menangis agar sesak di hati ini bisa lepas, walau hanya sesaat... Hanya itu yang bisa dilakukan.

Seharusnya bahagia!! Seharusnya disambut dengan suka cita!! Bukan dengan penyesalan dan air mata. Tapi, kali ini tembok ketegaran itu runtuh, runtuh, karena suara dari seberang sana yang begitu lembut dan turut sedih. Mama. Semua untukmu, terjadilah seperti yang kamu harapkan, semoga kamu bahagia. Mama, kebahagiaanmu adalah surga....

Maaf, maaf.. bukan maaf yang tak termaafkan. Karena lelahmu akan terhapus karena pernikahan ini. Biarlah, jangan tunggu hal yang belum pasti. Jangan kuatirkan siapapun, yang penting kalian bahagia. Itu saja. Dengan pernikahan ini, semoga kita bisa berkumpul lagi. Tak perlu pesta, tak perlu sedih, karena inilah hidup... Janji!!! Kehadiran anakmu bukan untuk melihat kalian menangis, tetapi hanya untuk melihat kebahagiaan kalian.

Bahagia, yah, harus bahagia. Pernikahan seorang adik yang sempurna. Tak perlu ada kesedihan dan penyesalan. Anugerah terindah adalah melihat kalian semua bahagia. Lelah pun terhapus sudah......... (semoga).

Wednesday, January 21, 2009

KESABARAN CINTA 'ACTE'

CD film itu sudah beberapa hari ada pada saya, tapi tak ada niat untuk menontonnya. Saya tidak suka film kekerasan, apalagi dari judulnya 'NERO'. Saya pikir hanya film kerajaan Romawi masa lalu yang penuh perang, "malas ah, gerutuku", bagusan saya nonton film "HOME ALONE" yang lucu sekaligus menghibur.
Dengan tidak semangat saya menonton film NERO juga, tepatnya malam Rabu, 20 Januari 2009. Ternyata, filmnya sarat dengan makna, sangat menarik. Dalam film itu, menceritakan arti cita-cita, perjuangan cinta, maaf, ambisi dan kepemimpinan. Kisah cinta antara Nero dan Acte, kekuasaan yang salah.
Nero, seorang bangsawan yang diasingkan ke perbudakan selama 10 tahun mencintai teman masa kecilnya yang seorang budak "Acte". Acte menyebutnya Lucius-ku (nama lengkapnya Lucius Claudius Nero). Padahal seorang bangsawan tidak boleh memperistri seorang budak, kecuali menjadi selir. Ketika dewasa, kekayaan keluarga Nero ditarik lagi. Nero pun kembali menjadi seorang bangsawan. Nah, dari sinilah kisahnya dimulai.
Perjuangan cinta Nero untuk menikahi Acte sampai cita-cita Nero yang ingin membuat Roma menjadi kerajaan yang makmur, adil dan berperikemanusiaan. Awalnya cita-cita dan ambisi Nero begitu suci apalagi Acte selalu mendampinginya dengan sabar. Kata-kata Acte yang bijak, selalu menjadi alasan Nero dalam memimpin. Walaupun mereka harus menutupi hubungan cinta mereka sementara (backstreet) tapi Acte tetap sabar dan sekali lagi sungguh sabar.
Memang, Nero berhasil membuktikan cintanya pada Acte. Nero akan menikahi Acte sebagai istri sah. Hubungan mereka kini sudah diumumkan di kerajaan. Tetapi, seiring waktu Nero berubah. Karena kekuasaan, Nero brutal dan buta. Pembunuhan dilakukan untuk mempertahankan kedudukannya (termasuk membunuh ibu kandungnya sendiri). Acte marah, karena Nero melakukan hal yang tidak disetujui Acte. Acte tidak suka kekerasan. Dan dulu pun Nero berjanji akan menjadi Raja yang baik hati dan bijaksana. Tapi kini Nero berubah. Belum sempat menikah dengan Acte, Nero berubah!!! Lucius yang dicintainya sudah tidak mendengarkan Acte lagi apalagi mendengar kata hati Luciusnya yang penuh cinta kasih.
Kesabaran cinta Acte benar-benar penuh pengorbanan. Acte masih mencintai Lucius-nya, bukan Neronya yang kejam. Dalam penantiannya dalam doa, Acte selalu berharap Nero berubah dan kembali padanya. Tetapi Nero semakin brutal bahkan menikahi wanita lain. Acte akhirnya pergi jauh, tapi tetap sendiri dan menunggu Luciusnya datang.
Akhirnya, kekuasaan Nero runtuh. Kalian tahu, Nero pergi pada siapa saat dia sudah kalah dan lemah?? Ya, dia pergi mencari Acte. Hanya Acte yang bisa membuat dia tenang. Acte yang dicintai sekaligus disakitinya. Sebelum Nero meninggal, Nero dan Acte bertemu. Nero mengucapkan "maafkan aku, maafkan aku sudah melanggar janji kita" pada Acte, sampai nafas terakhir. Acte terus menangis dan menangis, karena dia masih mencintai Lucius-nya. Acte memaafkan cintanya itu, dan Nero pun meninggal di pelukannya (tak terasa saya juga menangis hik, hik, hik).
Nilai sebuah pengorbanan dan penantian cinta yang setia. Beginikah arti sebuah cinta? Setabah dan setegar cinta Acte?? Bisakah laki-laki itu (Lucius Claudius Nero) menyadari bahwa cinta yang tulus itu bukan diukur dari kekuasaan dan kekayaan?? Dimanakah janji dan cinta yang Lucius ucapkan dulu?? Dengarkanlah kata hatimu.... biarkan kamu menyadarinya bahwa cinta itu ada. Menuntunmu dalam sikap dan tujuan yang tulus, tanpa kekerasan, ego, ketamakan, benci....

Tuesday, January 20, 2009

MASA PENANTIAN

Cemas... Rasa yang lahir dari keadaan yang tak pasti. Takut... menerima jawaban yang selama ini dicari-cari. Saat ini kesabaran benar-benar diuji. Bimbang, apa siap menerima keputusan yang pasti? Baik atau Buruk untuk semuanya. Rasa takut ditinggalkan dan meninggalkan orang yang disayangi. Masa penantian yang panjang.......

Harus diakui, rasa cemas ini mempengaruhi kondisi kesehatan tubuh. Sakit biasa seperti flu, pusing, demam sepertinya menjadi bentuk protes tubuh akibat pikiran yang rumit. Masalah hidup tak pernah habis. Jadi bagaimana kita harus menghadapinya dengan seadanya. Ya, sekali lagi hanya 'SEADANYA'.

Masalah itu kan campuran dari situasi dengan perasaan. Sering orang selalu bergumul dengan pikiran bagaimana cara mencari jalan keluar dari situasi tersebut. Mencoba lari atau terus mencari jawaban. Sering kita hanya fokus ke situasi dan mencari cara untuk mengubahnya, sementara kendali itu tidak selamanya ada di tangan kita. Inilah yang akhirnya membuat batin kita lelah, frustrasi, dan stres. Ketika kita mau menghadapi perasaan kita, menerimanya sebulat-bulatnya, atau mengamati sepenuhnya, maka situasi cuma jadi situasi tok. Netral.

Peka dengan segala emosi yang dialami. Meski kepingin lari dari masalah, tapi usahakan untuk tidak terbiasa menabung utang perasaan. Jika saya marah, saya akui sepenuhnya bahwa ada amarah. Jika saya sedih, saya terima seutuhnya bahwa ada kesedihan sedang datang. Tidak lagi lari, tidak juga mengikatkannya terus menerus dengan diri saya, cukup mengamati: ini amarah, ini sedih, ini kecewa, dsb.

Tidak tahu... sampai dimana akhir kehidupan kita dan dalam keadaan bagaimana. Waktu tidak bisa dikembalikan lagi, hanya bisa menjadi kenangan yang tak terlupakan. Bisa dijadikan pelajaran atau sekedar untuk menambah cerita hidup kita. Tapi, semua cerita hidup ini pasti punya maksud baik tersendiri. Waktu terus berjalan, tak bisa berhenti atau mundur, tetapi terus melaju bersama gerak langkah dan sikap kita. Jangan sia-siakan orang yang mencintaimu menunggu dalam kecemasan. Jangan berhenti mencintai dan berharap ada hari depan yang lebih baik.

Semoga kita bisa melewati masa penantian ini dengan hati yang terbuka. Jemputlah impian kita.....

Monday, January 19, 2009

Kejadian 19 Januari 2009

Senin 19 Januari 2009, banjir begitu melelahkan. Daerah perumahan dan perkantoran tak luput dibanjiri air yang meluap karena air sungai. Minggu ketiga Januari 2009, banjir melanda daerah Kampung Melayu, Bekasi, Cempaka Putih, Yos Sudarso.

Paling heboh, saat musim hujan ini kebakaran terjadi di Depo Pertamina Plumpang hari Minggu pkl 21. 15 WIB. Kantor dan perumahan sekitar depo Pertamina ketakutan dan panik, jangan-jangan si jago merah sampai ke rumah atau kantor. Atau jangan-jangan sampe meledak. Fiuh, benar-benar heboh. Apalagi kebakaran ini dihubungkan dengan isu pengeboman yang santer dilakukan tim Amrozi cs beberapa bulan sebelumnya.

Daerah cempaka mas, kelapa gading rata dengan air. Ditambah dengan kebakaran Pertamina Plumpang, menambah kepanikan warga. Mulai dari warga sekitar komplek kebakaran sampai warga yang sekedar melihat-lihat menambah kemacetan daerah Yos Sudarso. Bis besar yang menghindari banjir masuk ke pelataran cempaka mas menuju pintu tol tanjung priok. Pengemudi motor pun tak tinggal diam mengikuti jalur tol, agar kendaraannya tidak mogok di tengah jalan. Tol sunter - tanjung priok seperti jalanan biasa, semua kendaraan bisa masuk. Jalur busway pun terendam banjir sehingga busway ke arah pulogadung sementara tidak beroperasi.

Peresapan air yang berkurang, karena pembangunan disana-sini, seperti mall, perumahan, apartemen dll. Tata kota yang kurang memperhatikan peresapan air hujan di tengah kota menjadi salah satu pemicu banjir di kota besar Jakarta kita.

Thursday, January 15, 2009

ANAK-ANAK


Ketika jenuh dan lelah sepulang kerja, siapa yang membuat kamu tersenyum?
Ketika marah dan kesal, siapa yang kembali membawa senyuman?
Ketika lemah dan takut, siapa yang bisa membuat alasan untuk tegar?
Ketika sendiri dan ditinggalkan, siapa yang bisa membuat keramaian?
Ketika orang tua berselisih, siapa yang menjadi alasan untuk bertahan dan bersatu?
Jawaban semuanya : ANAK-ANAK

Yah, itulah keajaiban dari seorang anak. Entah disadari atau tidak, mereka membawa kebahagiaan yang tidak diukur dengan materi, hanya hati yang bisa menjawabnya. Kepolosan dan keceriaan mereka, mampu meluluhlantahkan kekecewaan, marah, lemah, jenuh dan lelah. Begitu berartinya mereka, membawa kebahagiaan dan kekuatan.

Kebahagiaan yang tercipta, sering membuat anak-anak menjadi alasan untuk menyempurnakan kehidupan berkeluarga. Anak-anak butuh perlindungan dan kasih sayang. Seperti kertas putih, mereka lahir dan berkembang. Mulai meniru, mengikuti orang-orang terdekatnya. Pendidikan keluarga adalah pengetahuan dasar yang membentuk kepribadian anak. Peranan keluarga adalah kunci utama yang membuka dunia baru untuk anak-anak. Setelah beranjak remaja dan dewasa, mereka mulai berpikir dan memilih untuk dirinya sendiri. Peranan orang tua tetap penting untuk menemukan jati diri mereka.

Kepolosan dan kecerian mereka mampu mengusir rasa lelah. Entah dengan magic apa anak-anak itu, begitu membuat orang tua yang sepulang kerja sudah lelah, kembali tersenyum sampai akhirnya bermain lagi dengan anak-anak. Alasan yang sering dilontarkan orang tua untuk berjuang, bertahan dan bersatu adalah anak-anak (buah cinta sepasang manusia).

Karena itu, pantaskah mereka disingkirkan?? Ketika sepasang manusia melakukan aktivitas mencintai, dan membuahkan janin. Janin yang mulai membentuk seorang anak. Berjalannya waktu mulai berkembang dalam seorang rahim wanita. Dalam sembilan bulan bertumbuh jantung, paru-paru, otak, telinga, hidung, jenis kelamin, sampai dengan sempurna sebagai seorang anak manusia. Keajaiban Tuhan untuk sepasang manusia yang hakikatnya saling mencintai dalam sebuah ikatan pernikahan yang suci. Hadiah dari Tuhan untuk ikrar yang mereka ucapkan atas namaNYA.

Lalu, bagaimana bila janin itu dimusnahkan??? Apa yang mendasari sikap ini??? Mengapa ada orang tua yang menyingkirkan bayi tak berdosa itu? Apa salah mereka? Apakah mereka yang meminta dilahirkan?? Padahal itu semua adalah tindakan sepasang manusia dewasa yang harusnya bertanggung jawab untuk semua yang dilakukan. Berpikirlah sebelum bertindak, karena tubuh manusia ini diberikan fungsi yang bisa membuat dunia baru. Selayaknya kita menghargai karya Tuhan dalam tubuh dan kehidupan kita.


Coba kita renungkan dan pahami, arti kehadiran seorang anak dalam kehidupan ini.....

Monday, January 12, 2009

SEMPAT MEMILIKI

Mengapa kita bertemu
bila akhirnya dipisahkan
mengapa kita berjumpa
tapi akhirnya dijauhkan
kau bilang hatimu aku
nyatanya bukan untuk aku

bintang dilangit nan indah
dimanakah cinta yang dulu
masihkah aku disana di relung hati dan mimpimu
andaikan engkau disini andai kau tetap denganku

aku hancur ku terluka namun engkaulah nafasku
kau cintaku meski aku bukan dibenakmu lagi
dan kuberuntung sempat memilikimu

bintang dilangit nan indah dimanakah cinta yang dulu
masihkah aku disana di relung hati dan mimpimu
andaikan engkau disini andai kau tetap denganku
engkau mengatakan merindukan diriku lagi
ingin kusampaikan ku tak hanya sekedar rindu
aku hancur ku terluka namun engkaulah nafasku
kau cintaku meski aku bukan dibenakmu lagi
dan kuberuntung sempat memilikimu
(Yovie 'n Nuno)

Wednesday, January 7, 2009

"PINDAH"

Pindah??? Yang namanya pindah pasti ada keraguan tersendiri. Nyamankah? Enakkah? Banyak pertanyaan yang bermain di otak ini. Sampai terkadang YA atau TIDAK?? Ragu.

Akhirnya mengundur kepindahan. Hari berganti hari.... sampai pada akhirnya keputusan diambil. Fiuhhhh, penuh pertimbangan. Mulai dari yang masuk akal sampai yang tidak masuk akal. Padahal, kebingungan dalam waktu yang lama bukan sifat yang baik. Lamaaaa!!!

Akhirnya pindah rumah juga. Semoga ada harapan baru, mimpi dan cita yang baru. Walau akan ada perpisahan dan kenangan yang tak terlupa di tempat yang lama. Semua indah.

Disana ada teman yang baik, lucu, sampai yang menjengkelkan. Meida, Rosa, Reza, Bene, dll. Akhirnya mereka pergi satu per satu. Kulihat dan kurasakan kepergian itu, sampai pada akhirnya aku pergi tanpa mereka. Life must go on!!

Tuesday, January 6, 2009

"FIRASAT"

Firasat kadang membuat kita takut. Tapi kadang itu bisa dijadikan pertanda. Alam raya ini senantiasa mengirimkan isyarat pada pertanda. Hanya pertanyaannya, mampukah kita menyelami arti pertanda itu?
Sebagaimana seekor serangga kecil tahu saat bahaya datang, dan sekelompok burung tahu jika hujan badai sudah mengintai. Diantara masalah dan usaha hidup kita, terjadi komunikasi tiada henti antara semua makhluk dengan alam ini. Sudikah sejenak berhenti, untuk mendengarkan suara batin yang berbunyi itu??
Saat kita menggapai-gapai mencari jawaban, siapa tahu apa yang kita cari sudah menunggu dalam keheningan. Menunggu kita untuk diam, bersabar, dan mendengar. Cobalah untuk memahami aku, kamu, kita dan semua orang.
Ada tanya dibalik semua pertanda?? Firasat mu adalah bahasa hati yang terlupa.
I'm still here...

Monday, January 5, 2009

TERBAIK UNTUK NYA....

Apa yang bisa kita lakukan ketika orang kita cintai didapatkan sedang bersedih?? Dan anda tahu semuanya karena hubungan cinta kalian?? Apa yang harus dilakukan oleh kamu?? Sedih memang, ketika kamu tidak bisa berbuat apa-apa.

Melepaskan??? TIDAK MUNGKIN. Karena kalian masih saling mencintai. Bertahan?? Dengan resiko kalian akan selalu berada di dalam tekanan orang lain atau keluarga. Apa yang harus kamu lakukan?? Ketika kamu berada di posisi wanita atau pria?? Terlarang?? Apakah salah bila seorang calon biarawan mencintai seorang wanita biasa. Dia masih CALON. Ada 2 pilihan di depan matanya YA atau TIDAK. Ketika dia memilih YA, maka dia tidak bisa mencintai wanita secara eksklusif. Tapi, ketika dia memilih TIDAK, hak untuk mencintai dan dicintai terbuka lebar untuk nya. Sebelum rasa cinta itu tumbuh dan berkembang, mereka sudah berusaha mengingkari rasa itu.

Dengan berbagai cara. Wanita yang selalu disalahkan atas hubungan ini!! Sakit memang, tapi begitulah image yang harus diterima seorang wanita. Entah kenapa kesalahan selalu menimpa wanita ketika terjadi budaya dan harapan menyimpang!! Padahal apakah orang lain itu tahu usaha macam apa yang sudah dilewati wanita itu untuk berusaha menghargai budaya itu??? Tak ada yang tahu!! Hanya pandangan mata sinis dan hujaman pertanyaan menimpanya.

Orang tua yang berharap anaknya 'menjadi' dan 'seperti' apa, tidak setuju bila harapannya terpenggal oleh mimpi seorang anak yang mulai mencari jati diri dan kebahagiaan. Kita tahu, kasih ibu sepanjang masa. Tapi apakah, harus mengorbankan seluruh hidup ini kepadanya?? Dan menghiraukan kata hati, kebahagiaan kita sendiri?? Ketika kebahagiaan kita itu salah, patutlah kita memenggal dan menghiraukan cita itu. Tapi ketika kebahagiaan kita itu wajar dan dalam role yang benar???? Ketika cinta itu tumbuh dengan sempurna, ketika rasa itu menjadi semakin dalam, apakah harus pergi dan dipatahkan?? Harapan yang ada: Ingin yang terbaik untuk mu ayah dan ibu........, cobalah pahami ini.......

................Kau tuturkan segala mimpi-mimpi serta harapanmu Kau inginku menjadi yang terbaik bagimu Patuhi perintahmu jauhkan godaan yang mungkin ku lakukan dalam waktu ku beranjak dewasa Jangan sampai membuatku terbelenggu jatuh dan terinjak Tuhan tolonglah sampaikan sejuta sayangku untuknya Ku terus berjanji tak kan khianati pintanya Ayah dengarlah betapa sesungguhnya ku mencintaimu Kan ku buktikan ku mampu penuhi maumu ................(Ada Band)

Pencarianku

Hasil

Powered By Blogger