Showing posts with label Cita Cinta. Show all posts
Showing posts with label Cita Cinta. Show all posts

Friday, March 13, 2009

SI DIA LEBIH MUDA, NIH....

Asyik banget!Ada 1001 alasan mengapa pacaran dengan cowok yang lebih muda itu asyik. Sikap si dia yang santai dan (masih) hobi main bikin kita merasa muda terus. “Semangat si dia masih menggebu-gebu, bikin hubungan kami dinamis,” kata Dina, 25.

Keuntungan lain pacaran dengan cowok lebih muda, kita jadi banyak tahu hal-hal baru. Mulai dari gaya dandan sampai gaya bahasa- nggak ketinggalan jaman, deh! Maklum, bergaulnya juga dengan yang muda-muda, sih.... “Saya merasa up to date terus dan selalu bersemangat. Jadi nggak cupu...,” cerita Yuna, 29.

Tapi nggak semua hubungan bisa berjalan mulus, kan. Makanya, kalau mau hubungan kita (kelihatannya) seasyik Demi Moore dan Ashton Kutcher, mendingan pelajari dulu kiat suksesnya!

Penting: jangan cemburu!
Melihat si dia dikelilingi cewek-cewek yang lebih muda dan (lebih) keren dari kita mau nggak mau pasti cemburu. Belum lagi kalau dia pernah cerita, salah satu cewek itu ada yang naksir. Wah, langsung, deh, kita terbakar api cemburu.

Perasaan begini nggak boleh terlalu dimasukkan ke hati. Kalau memang pemandangan si dia di antara cewek-cewek muda bikin kita 'panas', hindari bertemu dengannya saat ada teman-teman ceweknya. Selain menghindari sakit hati, dengan begitu kita menunjukkan kalau kita percaya padanya.

Bisa juga dengan mengenal lebih jauh cewek yang kita curigai. Cari tahu satu saja sifat atau sikapnya yang bakal bikin cowok kita ilfeel. Kalau bisa, sih, pelan-pelan beritahu si dia. Setelah itu nggak perlu curiga lagi.... CC

Wednesday, February 4, 2009

Antara Dia dan DIA

Ketika Allah menjadi alasan paling utama, maka aku berani memutuskan
dengan siapa aku akan menikah. Aku tidak banyak bertanya tentang calon
pasangan hidupku, aku jemput dia di tempat yang Allah suka, dan satu hal yang
pasti, aku tidak ikut mencampuri ataupun mengatur apa-apa yang menjadi
urusan Allah. Sehingga aku nikahi seseorang yang tegar dan tulus kepadaku.

Ketika Allah menjadi alasan paling utama, maka aku berusaha sekuat
tenaga untuk tidak melihat segala kekurangan pasanganku. Dan sekuat
tenaga pula, aku mencoba membahagiakan dia.

Ketika Allah menjadi alasan paling utama, maka meneteslah air mataku saat
melihat segala kebaikan dan kelebihannya, yang rasanya sulit aku
tandingi.

Ketika Allah menjadi alasan paling utama, maka akupun berdoa,
Yaa Bapa, jadikan dia dan aku, orang tua yang baik bagi anak-anak, yang dapat menjadi contoh teladan kasih-Mu yang suci bersih. Amin.

Sobat, kalau Allah menjadi alasan paling utama untuk
menikah, maka seharusnya tidak ada lagi istilah, mencari yang cocok,
yang ideal, yang menggetarkan hati, yang menentramkan jiwa,
yang.....yang. ...yang.. ....dan 1000 "yang"...... lainnya.. ...Karena
semua itu baru akan muncul justru setelah melewati jenjang pernikahan.
Niatkan semua karena Allah dan harus yakin kepada Sang Maha Penentu
segalanya.

Sobat, ketika usiaku meninggalkan 25 tahun, aku sudah memiliki niat untuk
menikah, meskipun hanya sekedar niat, tanpa keilmuan yang cukup.
Karena itu, aku meminta jodoh kepada Allah dengan banyak kriteria. Lalu kemudian aku berkeputusan memberikan diriku.
Namun ternyata Allah-pun belum mengabulkan niatku.

Ketika usiaku 30 tahun, semua orang-orang yang ada di sekelilingku,
terutama orang tuaku, mulai bertanya pada diriku dan bertanya-tanya
pada diri mereka sendiri. Maukah aku segera menikah atau mampukah aku
menikah?
Dalam doaku, aku kurangi permintaanku tentang jodoh kepada Allah.
Tapi rupanya masih terlalu banyak syarat yang kuminta pada-Nya.
Dan Allah-pun belum mengabulkan niatku.

Ketika usiaku 35 tahun, aku bertekad, bagaimanapun caranya, aku harus
menikah. Saat itulah, aku menyadari, terlalu banyak yang aku minta
kepada Allah soal jodoh yang aku inginkan. Mulailah aku mengurangi
kriteria yang selama ini menghambat niatku untuk segera menikah,
dengan bercermin pada diriku sendiri.

Ketika aku minta yang cantik dan ganteng, aku berpikir sudah cantik dan tampankah aku?
Ketika aku minta yang cukup harta, aku berpikir sudah cukupkah
hartaku?
Ketika aku minta yang baik, aku berpikir sudah cukup baikkah diriku?
Bahkan ketika aku minta yang solehah, bergetar seluruh tubuhku sambil
berpikir keras di hadapan cermin, sudah solehkah aku?*

Ketika aku meminta sedikit..... Ya Allah, berikan aku jodoh yang sehat
jasmani dan rohani dan mau menerima aku apa adanya,
masih belum ada juga tanda-tanda Allah akan mengabulkan niatku.

Dan ketika aku meminta sedikit...sedikit. ..sedikit. ...lebih
sedikit.....
Ya Allah, siapapun saja dia, yang langsung menerima ajakanku untuk
menikah tanpa banyak bertanya, berarti dia jodohku. Dan Allahpun mulai
menujukkan tanda-tanda akan mengabulkan niatku untuk segera menikah.
Semua urusan begitu cepat dan mudah aku laksanakan.

Puji Tuhan Alleluya, ketika aku meminta sedikit, Allah memberi jauh lebih
banyak.
Aku yakin, sahabat-sahabat jauh
lebih mampu dan lebih baik daripada yang sudah aku jalani. Aku yakin,
sahabat-sahabat tidak perlu waktu 10 tahun untuk mengurangi kriteria
soal hidup.


HAPPY VALENTINE's DAY.....Freennzz....


(The Sinner's Diary)

Pencarianku

Hasil

Powered By Blogger