Friday, May 29, 2015

Semoga Cepat Sembuh Bos



Semoga cepat sembuh bos:)

Bos yang paling unik selama kerja. Yup bisa dibilang unik, karena ada polisi tidur dalam hubungan kerja. Memang semua atasan yang pernah bekerja dengan saya, semuanya baik dan inspiratif. Tapi, cukup berbeda dengan yang satu ini.

Pertama interview, jujur saya merasa aneh, harusnya yang grogi sih calon karyawan. Tetapi, malah saya yang lebih banyak memperhatikan wajah dan matanya. Penasaran aja sih. Selesai interview, seperti biasa saya selalu curhat dengan Boy. 

Dia bos yang pintar sekalian pintar ngeles, model baju dan gaya yang konservatif padahal kalau lebih bergaya sedikit lagi pasti keliatan lebih keren. Termasuk jenis cowok yang menyukai cewek langsing proporsional, atau bahasa ejekannya suka tulang hahahaha. 

Pernah sekali waktu dapat surat kreasi, karangan dia sendiri. Lumayanlah sebagai Alumni Teknik tulisannya cukup membuat yang membaca terbang ke langit, lalu jatuh gubrak ke tanah. Sebagai cewek Alumni MIPA yang biasanya dulu punya teman dan pacar MIPA / TEKNIK, lumayan menghiburlah tulisannya. Berasa kayak baca surat dari anak Teknik zaman kuliah.

Satu hal yang saya suka dari jiwa anak MIPA dan TEKNIK (maaf ini bukan maksud menilai jurusan lain tidak baik ya) tegas, analisis, sabar, berani, ga banyak gombal atau omongannya tidak terlalu panjang lebar, kata-katanya jelas dan cukup dimengerti (ga pake kalimat bersayap). Pria tipe alumni ini biasanya to the point kalau ngomong. Wajar kalau pasangannya kalau kuliah anak Teknik juga atau Mipa.

Pria tipe Alumni Sosial dan Ekonomi, nah ini termasuk tipe yang kata-katanya banyak pakai kalimat bersayap, menerangkan panjang lebar, kurang tegas walau bisa tegas juga sih tapi biasanya lebih lambat dalam ambil keputusan. Kalau bicara dengan anak IPS ini, mesti mencerna kata-katanya buka kamus Bahasa Indonesia. Kadang bisa lho, maksudnya dia dengan maksud yang kita terima beda. Kelebihan cowok alumni IPS ini, bisa buat cewek terbang ke atas langit karena romantismenya, kalau sudah dewasa biasanya cewek-cewek pada ilfeel karena lebay dan ga tegas.

Terima kasih buat supportnya bos, karena saat galau, kamu pengertian banget, coklatnya bisa buat makan sambil nangis. Makasih buat semuanya yah. 

Semoga cepat sembuh, hidungnya pun makin mancung hehehehe. Cepatan masuk kantor ya, karena kerjaan pasti numpuk (bercanda). 

Perbedaan Indah Di Jalan Tengah



Seperti batu yang keras, kau seakan tidak pernah mengerti arti perbedaan. Apapun jalan yang terasa berbeda dengan keinginanmu, diartikan dengan egois, keras kepala dan perlawanan.

Mungkin, saat kamu beranjak remaja sampai akhirnya dewasa, ingin sekali segala sesuatu sesuai dengan keinginanmu. Apa yang kamu cita-citakan, apa yang kamu rencanakan. Berbagi peran, mengalah dan menerima adalah keadaan yang rasanya sulit.

Pengalaman dan perjalanan hidup sewajarnya membawamu pada kenyataan yang tak sama dengan keinginan. Keadaaan yang ingin tetap dipertahankan, posisi zona nyaman yang sudah tercapai kadang sulit dipertahankan. Apalagi kalau memberikan sesuatu yang kita sukai untuk orang lain?

Bayang-bayang kekalahan akan selalu ada dibalik perjalanan kenyataan. Tetapi, langkah kaki tetap berjalan bersama matahari yang terbit menutupi bayangan. Walau terseret, tetap harus berjalan.

Perasaan yang menghantui... hanyalah pintu yang tak mungkin terbuka. Karena kuncinya sudah patah. Setiap senyum dan sudut mata yang memancarkan rasa, membuat kegelisahan membelenggu. Luka dalam yang tersembunyi jauh di lubuk hati, mengingat kata-kata mu yang mematahkan dan menutup semua pintu hati yang terbuka.

Sadarilah perbedaan itu indah, selama kita saling menghargai. Hati yang indah adalah hati yang mampu menerima perbedaan. Kalau semua harus sama, rasanya tidak ada warna-warni kehidupan. 

Seperti kenyataan yang kadang berbeda dari harapan, rasanya memang latihan menerima dengan sendirinya ada dalam kehidupan. Tidak menjadi patokan kalau umur yang lebih tua, lebih sabar dan lebih memahami keadaan, umur muda juga bisa dewasa dan bijak dalam hidup. Tergantung sikap, sifat, pengalaman rohaninya dalam menyikapi kehidupan.

Tidak menjadi jaminan lho, orang yang baik, dibentuk dalam lingkungan yang bersifat rohani, menerima, menghargai dan menghormati orang lain. Kembali lagi ke diri sendiri, siapakah kamu? mau kemana arah pilihan hidupmu? apa tindakanmu selanjutnya?

Dalam perbedaan akan menemukan keindahan dan keseruan. Bila ada yang benar-benar tidak cocok, bisa dikomunikasikan dengan baik, bisa saja berdebat, tetapi masing-masing tanamkan dalam hati, komunikasi ini, perdebatan ini, adalah kebaikan bersama. Jadi jangan egois, harus dipenuhi atau memenuhi satu pendapat. 

"Mari kita bertemu di jalan tengah". Kata ini menginspirasi untuk membuat semua perbedaan apa saja bisa bertemu dalam kesatuan yang indah. Apa yang menjadi perdebatan, ego yang selalu ingin menang sendiri, semuanya dapat kembali dalam satu jalan tengah. Tergantung kamu yang menjalaninya, apakah kamu memang tidak ingin bertemu di jalan tengah dan ingin mengambil pilihan sendiri, atau kamu tetap ingin bersatu dan berdamai. Butuh pengorbanan untuk memahami, menerima dan bertemu di jalan tengah. Tetapi, jalan tengah itu, tidak semua keinginanmu terhempas, hanya sedikit mengurangi, karena bertemu di pertengahan.




Wednesday, May 20, 2015

Cinta Yang Sebenarnya


Langkah apa yang selanjutnya, saat ini, yang harus kamu lakukan? Apakah yang kamu rencanakan? Perjalanan hidup, membawamu mengerti apa dan siapa yang pantas kamu genggam atau lepaskan. 

Tak semua orang melihatmu bernilai dan unik, tak semua orang melihatmu dengan penuh cinta apa adanya. Tetapi bila ada orang yang mampu mencintaimu dan menilai sebagai seseorang yang berharga, jangan pernah sia-siakan dia. Dia pantas kamu terima, genggam dan pertahankan.

Lepaskanlah dia yang tidak menginginkanmu ada disampingnya, lepaskanlah dia yang tidak melihat betapa berartinya dirimu dalam hidupnya, lepaskanlah dia yang tidak melihat kedalam isi hatimu, lepaskan dia yang tidak menghargaimu sebagai cinta. Jadilah jawaban untuk pertanyaan yang tidak terjawab. Tuhan tahu sampai ke dalam isi hatimu bukan? Percayalah, Dia menopangmu saat kamu membutuhkan pertolongan.

Kenyataannya, laki-laki yang benar-benar mencintaimu dan menganggapmu bernilai untuk digenggam dan dipertahankan, sesibuk apapun dia pasti akan menghubungimu. Bukan sengaja pergi agar dicari, sengaja lari agar dikejar,............ CINTA tidak sebercanda itu. Laki-laki yang mencintaimu, tidak akan membiarkan wanita yang dia cintai menunggu tanpa kepastian. Itulah CINTA, dan cinta itu tak pernah semudah permainan kata dan laku, bukan drama!

Bila hatimu bukan untukku, bila sudah habis kata dibibirku, tersita semua rasaku. Penyesalanku terjatuh di cintamu, dan kebodohanku percaya cintamu. Semua rasa sakitnya, biarlah kurelakan bersama dengan kepergianmu.

Berharap? Masih perlukah berharap untuk seseorang yang memintamu berhenti berharap? Memintamu untuk pergi? Kau harus berlapang dada untuk menerimanya, karena .... Cinta tidak semudah itu, Cinta tidak sejahat itu.....

Terkadang berjalan pergi tidak ada hubungannya dengan kelemahan dan segala sesuatu yang berkaitan dengan kekuatan. Engkau pergi bukan karena kau ingin orang lain mewujudkan nilai dan kelayakan dirimu, tetapi karena kau akhirnya menyadari arti dirimu sendiri.


Monday, May 18, 2015

Tuhan Yesus Tolong Aku



Ya Tuhan, aku tak mengerti keadaan ini. Semakin berusaha untuk aku mengerti, semakin sakit sekali hatiku. Semakin aku berusaha untuk menerima keadaan ini, hatiku hancur.

Setiap aku melangkah, aku selalu jatuh dalam kenangan bersamanya. Rasanya begitu sakit. Aku ingin sekali berhenti berharap, dan memang itulah yang sebenarnya harus aku lakukan.

Tuhan, ajarkan ku untuk mengerti keadaan ini. Ajarkan aku untuk memahami perkara ini. Aku ingin menyerah dan berhenti berharap. Aku ingin sekali mengakhiri semua penantian panjang ini. Aku yang harus memutuskan masa depanku Tuhan? Aku yang harus berjalan sendirian bersamaMu Tuhan. Tuhan, Engkau tahu aku ga kuat, dan susah sekali untuk bangun karena hatiku rapuh.

Jangan biarkan aku menangisi semua yang sudah menjadi masa lalu. Tolong aku Tuhan untuk kuat menjalani masa depanku disana. Tuhan tolong aku. Tuhan tolong aku, kasihanilah aku, aku yang berseru dan memohon kepadaMu.

Cukuplah semua rasa ini. Selesaikanlah sudah perasaan ini. Jangan biarkan aku menoleh ke belakang lagi. Jangan biarkan rasa cinta ini membuatku terpuruk dan tidak mampu melangkah lagi. Masa depan yang telah Engkau siapkan untukku sangat sulit kugapai Tuhan, aku sangat memohon pertolongan tanganMu untuk memapahku yang jatuh dan tak sanggup bangun dan berjalan.

Selama ini, aku kuatkan hatiku untuk menerima kenyataan bahwa tak ada harapan lagi untuk kami. Walau sulit untuk mendengar sekali lagi perkataannya, aku berusaha untuk mendengar lagi, tanpa ada air mata. Aku berusaha untuk tegar dan siap untuk bertemu dia, bertanya padanya untuk meyakinkan hatiku kalau memang aku tidak boleh berharap. Dia sudah meninggalkan aku sendirian, dan aku harus melangkah.

Tuhan, rasanya masih sakit. Sakitnya masih sangat terasa dan sekuat apapun aku menahan diriku untuk tegar, aku tetap saja menangis. Rasanya mustahil untuk membuang semua harapan bersamanya. Rasanya mustahil untuk berhenti mencintainya. Tetapi, aku percaya Bapa, Engkau juga mengasihiku, Engkau juga mencintaiku, tak ada yang mustahil bagiMu.

Bapa di surga, aku mohon, jangan pernah lagi aku merasakan kesakitan ini.

Suatu hari nanti, kelak, aku akan kuat dan tidak pernah lagi berharap kembali. Tuhan, boleh kan aku menangis dihadapanMu? Tuhan, aku tak tahu masa depanku, aku tak tahu kemana sebenarnya jalan yang Engkau pilihkan untukku. Semua terasa gelap, aku tak mengerti. Persoalan yang datang dalam kehidupanku, membuatku rapuh.....

Karena itu..........., sekarang aku menyerah. Peganglah aku Tuhan, kemanapun Engkau mengarahkanku, kemanapun Engkau memintaku berjalan, aku akan berjalan tanpa bertanya kemana? mau kemana? kenapa? Terima kasih Engkau mengabulkan doaku untuk bertemu dia lagi, bicara dengan baik, dan menerima semuanya. Tuhan, dia sungguh mengenalmu, seperti aku yang juga mengenalmu. Sudilah Tuhan, membantuku seperti sekuat dia. Sudilah Tuhan, membangkitkanku seperti dia.

Aku akan selalu mencintai dia. Dan semua rasa cinta dalam hatiku padanya, ambillah kembali Tuhan, semuanya sudah cukup, sudah selesai. Kuserahkan semua rasa cintaku ini di haribaanMu Bapa, kuserahkan semua harapan cinta ini kepadaMu Bapa. Kumohon, terimalah cinta ini, kutitipkan semua rasa cinta ini padaMu. Aku menyerah, tak ingin lagi tersiksa karena cinta ini, tak ingin lagi berharap dan menangisinya. Jadi, semua yang sudah tumbuh di hatiku, rasa cinta ini, aku serahkan lagi ke haribaanMu. Karena semua sudah berakhir, tak ada gunanya aku membawanya terus. Saat aku membawanya, aku jatuh dan jatuh lagi, dan lemah.

Mengapa Tuhan, mengapa Engkau memberikan aku waktu yang begitu terbatas kepada cinta kami yang begitu singkat? Mengapa Tuhan, Engkau memberikan cinta ini hanya dalam waktu yang terbatas? Apakah yang sebenarnya Engkau rencanakan padaku Tuhan? Dan mengapa Engkau membiarkan aku tahu, bahwa hari terakhirku bersamanya akan segera tiba? Mungkin apa aku terlalu terbatas untuk bisa menyelami hatiMu Bapa? Tapi, kupikir, mungkinkah Engkau memberikan waktu yang begitu terbatas, karena Engkau begitu menyayangiku?


Jadilah padaku seperti yang Engkau ingini..... Tuhan, terima kasih untuk hidup ini.


Friday, May 15, 2015

My Heart Away



"Menulis adalah perjalanan panjang si pembaca" kata Raditya Dika di Radio. Pagi-pagi dengar Radio Bahana FM, dipandu Tika Panggabean dan Udjo Project Pop. Maklum, saya juga suka membaca, dan membaca itu memang tergantung selera sih. Seperti Raditya Dika yang pertama kali suka banget dengan novel karangan Hilman - Lupus, saya juga pertama kali suka baca Novel karangan Marga T.

Membaca membuat kita masuk ke dalam cerita tersebut dengan imajinasi kita sendiri. Inilah yang membuat saya suka membaca dan lanjutlah hobi menulis. Dari kecil sudah punya Diary dan suka majalah Bobo, komik dan saat remaja mulai suka cerpen di Majalah dan Novel. SMP juga suka menulis puisi dan Mading di sekolah. Juara menulis puisi sih pernah, tapi belum sempat menulis kiriman cerpen. Padahal SMP cerpen banyak sekali saya tulis di Diary. Ayo menulis :)

"Rakadyan dan Paskaria" / "Raka dan Ria" /  "Jawa dan Batak" / "Bumi dan Langit" / "Ini dan Itu" / Berbeda...

Perbedaan. Mencari kesamaan diantara perbedaan adalah hal unik dan bisa membuat lucu. Jangan cari perbedaannya, tapi cari kesamaannya.

.................
Walaupun mungkin disana dia sudah punya penggantiku, aku masih sendiri. Biarlah, kalau itu bisa membuat dia semakin dewasa. Bagaimanapun, diantara hubungan ini kami berdualah pemain yang tidak mempunyai kesalahan, sehingga kami berpisah. Aku dan Dia, keduanya punya kekurangan.

Aku menyadari kekerasanku melakukan segala hal yang bisa kukerjakan sendiri. Walau memang dia sering bilang jangan kecapekan, jangan ini dan jangan itu. Tapi, terkadang aku lakukan dibelakangnya walau didepannya aku bilang iya. Mungkin karena aku terbiasa mandiri. Padahal itu semua bentuk perduli dan sayang dia kepadaku.

Aku juga takut kehilangan dia, jadi kadang aku sering bilang, dia ga cakep, dia biasa saja. Satu hal yang kurindukan adalah kami bisa saling mengejek, lalu tertawa bersama. Itulah yang selalu membuat aku merindukan dia. Aku tak pernah bisa melupakan dia. Sampai segala hal tentang dia aku masih ingat. Apakah dia juga?

Sudah malam, Ria masih saja menulis dan sesekali mengingat perjalanan panjangnya dengan Raka.

Pertama kali bertemu dan kenalan: di rumah Silvi. Pertama kali gereja berdua dan pegangan tangan:  Gereja Santa Theresia Menteng. Pertama kali makan romantis : Kafe Pisa Menteng. Pertama kali keluar kota: Bandung. Hobi Raka yang paling aneh dan lucu ngeselin: Kentut bau dan maksa aku harus tau baunya, jadi ga boleh tutup hidung (ya ampun bau banget). Hobi Bersama: Nonton Bioskop atau Nonton Film bareng, Makan Rujak Bareng. Film Kesukaan: Action. Keahliannya: IT dan Web. Suka cewek tipe: langsing, fashion dan penurut. Makanan kesukaan: Rujak dan Sambelnya. Hobi Raka sendiri: tidur, game, internetan, nonton. Paling malas: pipis di toilet, hehehe. Panggilan sayang: Bunny.

Paling susah cari celana panjangnya, soalnya saat pinggang dan pinggul pas banget, panjang kakinya kelebihan. Biasanya kami selalu antar ke permak levis. Hal yang mengesankan: Dia selalu ingin membantu dan kerjasama kalau ada hal yang dia lihat aku sibuk  sendiri mengerjakannya. Pijitannya keren buat sakit-sakit hilang. Hal ini yang aku sukai dari dia, so sweet. Dia bukan tipe cowo romantis sih, tetapi keperduliannya buat Ria makin sayang. Tapi, kalau marah, jangan ditanya ya? Ria bisa sampe nangis, takut dan gemetaran. Aihh, takutnya setengah mati.

Kekurangannya? Ya sudahlah, semuanya pasti punya kekurangan, tapi bagaimana kami berdua bisa saling menerima dan melengkapi kekurangan kami. Salah paham? Wah itu sudah seringkali kami lakukan. Tapi, setelah sekian lama kami tidak berjumpa dan berpisah, aku sangat merindukan semua perbedaan kami, semua kebersamaan kami, semuanya...

Aku tak tahu apa yang dirasakan Raka disana, tetapi aku bahagia dengan bayangannya. Entah sampai kapan begini? Aku hanya mencoba merasakan tiap rasa rindu dan cinta ini. Aku akan menerima semuanya. Aku akan simpan dalam kedewasaan dan waktu yang terus berjalan.

Aku berharap dia bisa semakin dewasa dan bijaksana. Melakukan semua tindakan dengan penuh tanggung jawab, tidak bingung dan plin plan.

Setiap wanita, diantara kekurangan dan kelebihannya, diantara cinta dan kerinduannya, semuanya pasti inginkan kepastian. Tak ada yang ingin menjadi pilihan kedua. Tak ada yang ingin menjadi beban. Tak ada yang ingin dalam posisi terobang-ambing.

Walau berat, semua ini memang harus dilewati. Sangat tidak mudah, sangat sakit, jatuh bangun, dan lebih banyak jatuhnya. Tapi apalah arti menunggu bila Raka sudah tidak mencintai Ria lagi? Apalah arti menunggu, bila hubungan ini hanyalah semu tanpa kepastian? Walau sangat lama menunggu ujung dari cinta ini, tapi memang inilah kenyataan yang harus diterima.

Saat kau pergi, seperti mimpi buruk
Ragu untuk menerima kenyataan 
apakah ini benar terjadi atau tidak?
Tak sempat untuk bertemu lagi,
aku memilih untuk diam dan membiarkanmu pergi

Sakit? Itu tak perlu lagi dipertanyakan
Aku bukan pilihan,
Aku tak mampu membuatmu damai,
Aku tak mampu meyakinkanmu,
Aku? Apalah artiku?
Apalah artiku diantara semua pilihanmu?

Pilihan hidup yang harus kau jalani,
mungkin salah satunya bukanlah aku
Walau sudah habis waktuku bersamamu,
Walau sudah cukup aku terluka,
aku akan tetap diam dan melepasmu

Kenapa aku tidak menemuimu?
Kenapa aku hanya bisa diam dan melepasmu?
Karena aku sudah pernah melakukan itu,
Karena aku sudah pernah menghentikan langkahmu,
karena aku sudah pernah memintamu jangan pergi....
Tetapi kamu tetap ingin pergi dan sendiri

Kali ini, apalah dayaku?
Kali ini, sudah habis dayaku 
untuk membuktikan cinta yang nyata dan setia

Semoga aku bisa merelakanmu pergi
Semoga aku bisa membiarkan cerita ini berakhir
Semoga aku bisa melepaskanmu




Tuesday, May 12, 2015

Jangan Mencintaiku


Sehabis membaca cerita pendek kiriman blogger yang lain. Ada cerita yang menarik disana. Saya mencoba menarik cerita lebih dalam lagi tentang si peran wanita. Mungkin karena itu hanya cerpen, saya mencoba memperluas ceritanya.

Sudah aku bilang jangan mencintai aku! Aku benci jatuh cinta! Aku marah. dan sangat marah. Sampai kali ini ingin sekali pergi melepaskan amarah dan dendam kesiapa saja. Kenapa tidak ada yang mengerti aku! Sudah habis rasa cinta di hatiku. Aku sudah tidak percaya lagi pada cinta. Aku benci untuk mendengar ada yang bilang mencintaiku atau memujiku.

Oh Tuhan, maafkan aku. Aku masih benar-benar marah dan sangat membenci cinta!!! Aku ingin teriak dan menangis sepuas mungkin dan bilang tak ada gunanya mencintaiku!! Aku sangat tidak percaya cinta! Aku benci!

Mau lari kemana lagi? Aku pernah percaya dan sangat mencintai seseorang, tapi aku malah dibiarkan pergi. Dia tidak pernah percaya cintaku dan selalu yang paling benar. Sejak itu, aku keras dengan diriku. Aku keras dengan hidupku. Hal yang tak pernah kukerjakan dan paling dilarang olehnya, semua sudah kulakukan. Aku mencintainya sekaligus sangat membencinya. Aku sangat membenci cintaku.

Jadi, biarkan saja semua ini membuatku semakin kuat. Aku mulai olahraga yang dulu pernah kutinggalkan: berenang, sepeda, dan badminton. Aku terus berolahraga sampai aku capek dan benar-benar puas dan merasa kuat. Dulu dia selalu bilang aku ga boleh angkat yang berat-berat, ga boleh capek, ga boleh ini, ga boleh itu. Tapi apa dia tahu? Sekarang aku sudah bisa mengangkat galon Aqua, yang selalu dia larang karena ga mau aku sakit perut atau kecapekan. Sekarang, semua yang dia pikir aku tak mampu kerjakan, sudah kukerjakan. Aku kuat karena rasa benciku. Dan aku lemah karena rasa cintaku.

Apa yang selalu dia sayang, Bunny yang sangat mencintainya, mungkin sekarang sudah mati! Aku tidak sebodoh yang dia pikirkan. Aku tidak segampang yang dia pikirkan. Aku tidak selemah yang dia bayangkan. 

Sungguh miris memang melihat hitam putih, benci cinta, yang terjadi dalam pikiranku.

Kuakui, aku sangat mencintai dia dan semua kenangan manis dan lucu yang kami buat. Tapi, aku juga membenci semua perbuatan bodoh yang sudah aku lakukan dan dia lakukan. Bodoh sekali aku mengharapkan masa depanku bersama dia selamanya.

Aku rapuh Tuhan, sakit sekali.... Aku rapuh tanpa dia, seperti kehilangan arah. Tak adakah yang mengerti perasaanku? Aku hanya ingin diam dan sendiri. Aku tak perduli entah sampai kapan. Aku benci untuk mencintai siapapun, jadi jangan pernah mencintaiku!

Picik? Sampai sekarang aku tak terlalu memahami arti picik itu. Setahuku, aku selalu apa adanya, mencoba jujur dengan perasaanku saat bersama dia. 

Tetapi sekarang, aku mengerti apa arti picik yang sebenarnya. Setidaknya, versi picik menurut arti yang kupahami. Aku picik untuk membenci dicintai walau memang manusiawi, aku juga butuh dicintai, dihargai dan dikagumi. Aku picik, mencoba selalu tampil menarik, tetapi hati tak tertarik untuk menerima ketertarikan orang lain. Aku picik, saat mencintai dia sekaligus membenci dia. Aku picik, saat aku merasa kuat, walau hatiku sebenarnya  menangis. Aku picik, saat orang lain melihatku sempurna tanpa cacat, tapi sebenarnya apa yang orang lain tahu? Aku picik, saat aku katakan tidak cemburu, padahal aku cemburu. Aku picik, saat yang aku katakan berbeda dengan yang ada di dalam hatiku dan inginku. Aku picik, saat melihat orang lain terluka, walau sebenarnya aku tak tega. 

Lelah dalam keterasingan dan drama hidup. Sejak dia pergi, aku tak perduli. Aku hanya ingin memperbaiki diriku. Aku hanya ingin sendiri dan meyelami arti hidupku. Aku hanya ingin melihatku lebih dalam lagi dan lagi bersama Tuhanku. Hanya Dia-lah yang paling mengerti siapa aku dan bagaimana aku yang sebenarnya. 

Maaf, aku tak bisa menerima cintamu, cintanya dan cinta orang lain. Aku mencoba merelakan semua yang sudah terjadi, tetapi sampai saat ini, aku belum siap. Saat aku siap, aku pasti akan benar-benar melupakan dia selamanya. Aku tidak akan pernah mengingatnya lagi. Aku tidak akan pernah menangisi dia lagi. Aku janji padaMu Tuhan, ini terakhir kalinya! 

Menyesal memang tak ada gunanya, tapi inilah kenyataannya. Berakhir sudah, dan semua sudah habis. Butuh kekuatan untuk bertemu dia lagi. Kuharap aku tidak pernah melihat dia lagi, karena bila aku melihatnya, hanya ada luka. 

Aku tak akan mudah percaya cinta lagi. Percayalah, tak ada cinta yang lebih sempurna dari cinta kamu. Percayalah, tak ada sakit yang lebih sempurna dari sakit karena kamu.

Akhirnya memang si wanita tetap bertahan dengan kondisinya sekarang. Saya pikir, memang dia perlu berubah, tapi saat ini dia masih terluka, jadi butuh waktu untuk membuka lembaran baru. Tak semudah yang orang pikirkan. 3 bulan, 4 bulan, itu bukan waktu yang mudah untuk melupakan. Mungkin orang lain dan terdekatnya berpikir dia mudah untuk mencari pengganti, tetapi itulah kacamata orang lain. Bukan hatinya, bukan dirinya, bukan perasaannya.  


  

Monday, May 11, 2015

Aku Ada, Ternyata Aku Masih Cinta




Seperti "Hanya Isyarat" Dewi Lestari, mungkin inilah bagian yang harus kuakui. Aku masih mencintaimu.

Andai engkau tau betapa aku masih mencintaimu? Selalu menjadikanmu isi dalam doaku. Kuakui tak mudah untuk percaya keadaan ini. Tapi inilah kenyataan yang harus kujalani.
Aku melihat ke belakang dengan bayanganmu yang membuatku sakit, sedih dan bila terus kulanjutkan memikirkan masa lalu, membuatku langsung demam. 

Sudah beberapa bulan, dan aku belum pernah melihat kamu, mendengar suaramu. Apakah disana kamu sudah benar-benar melupakan aku?

Aku juga ingin sekali melupakan kamu, seperti kamu yang mungkin disana sudah bisa melupakan aku. Tetapi, sampai saat ini aku masih merindukanmu. Aku masih ada, entahlah kau perduli atau tidak. Tak ada yang mampu menjawab pertanyaanku: apakah dia mengingatku? apakah disana dia merindukanku? apakah dia benar-benar membenciku?

Aku menjawab semuanya sendirian dalam hatiku. Walau ingin sekali kau tahu, aku ada, cintaku ada, rinduku ada. Memandangi bayanganmu dalam bayanganku, dalam mimpiku, membuatku ingin sekali memelukmu. Tapi aku tahu, kamu hanyalah bayangan yang terus ada dalam mimpi dan hayalku, entah kapan menjadi nyata, ataukah tidak akan pernah menjadi nyata?

Seperti mencintai dalam bayang, aku selalu menunggu waktu yang menjawab. Apakah aku menemukanmu? Apakah kau akan menemukanku? Ataukah kita tidak pernah bertemu lagi? Dalam sedih dan lamunanku, dalam rinduku, dalam keramaian, aku masih mencintai kita.

Aku memang sudah cukup terluka dalam karena kamu. Aku ingin pergi sejauh apapun untuk melupakan kamu. Tapi, aku masih kembali ke dasar cintamu. Dan aku hanya bisa diam dan hanya mampu untuk mengerti cinta ini tak punya dasar untuk bersandar lagi. Karena kita sudah tidak ada, cinta kita sudah bukan seperti dulu lagi. 

Tetapi, cintaku masih ada. Aku masih mencintaimu dalam diam. Kamu tak perlu tau isyaratku, dan kini semua kuharap kamu mengerti apakah itu cinta kasih? 

Tuhan tau siapa aku. Tuhan tau cintaku. Dan kamu juga. Tuhan tau kamu, cintamu dan keinginanmu. Aku mengerti, cukup mengerti arti dari suara keras itu, arti dari tak memberikan harapan itu. Aku mengerti, bahwa semua kekurangan ku cukup menjadi alasan kenapa ini semua harus berakhir. Aku mengerti dan mencoba segala cara untuk mengerti semua pesanmu, semua isyaratmu.

Malaikat juga tau. Bantulah aku melupakan dia, bila semua ini adalah isyarat bahwa cintaku hanya sia-sia. Atau bantulah aku untuk mengerti langit tak membutuhkan jawaban bumi untuk membalas cintanya yang selalu melindungi tanpa syarat.

Tiada yang lebih pilu, selain hatiku yang mencintaimu dalam diam. Kau tak akan menemukan jejakku dalam langkahmu. 

Thursday, May 7, 2015

Pria Puber Kedua


Mungkin Anda pernah mendengar pria puber kedua. Menurut yang awam tau, kebanyakan pria separuh baya yang genit dan bergaya terlalu berlebihan, dan parlente biasanya sedang mengalami masa puber kedua. Hal inilah membuat saya memperhatikan gerak-gerik pria menikah atau lajang pada usia 40-an, yang biasanya sedang memiliki proses puber kedua.

Seperti yang paling dekat saja, di lingkungan kita masing-masing. Ada saja perselingkuhan, tebar pesona, pacaran atau sekedar curhat yang sebenarnya hanya untuk menunjukkan kebolehan, kebisaan dan kemampuan. Menulis cerita ini dari pengalaman nyata, yang curhat dengan nama yang semu.

1) Rani yang sudah menikah 12 tahun dan bersuami 41 tahun. Selama pacaran 8 tahun, Rani mengatakan, suaminya tidak pernah selingkuh. Tetapi setelah hamil anak ketiga, dia melihat tingkah suaminya "Boy" yang berbeda. Memang, ketika hamil anak ke-3 ekonomi mereka mulai naik. Suami yang biasanya berangkat kerja cool dan biasa saja, sekarang sudah mulai parlente: pakai minyak wangi yang menusuk hidung, minyak rambut, dan sering berganti gaya baju. Semula Rani biasa saja sambil mengerti mungkin kebutuhan prestise di kantor. Tetapi setelah melihat bekas lipstik di kemeja Boy, dia menangis dan bertanya. Dan, jawaban dari pertanyaan itu adalah plaaaakkkk, saat hamil ke 8 bulan. Kaget dan tak menyangka melihat Boy yang dulunya sangat romantis dan tidak pernah selingkuh, berlaku kasar. Dan semakin hari, berbulan-bulan sampai anak usia ke-3 bulan, Boy semakin berani memukul lebih kasar lagi. Ternyata, Boy sudah pacaran dengan teman sekantornya, janda beranak dua. Rani yang awalnya takut dan malu untuk mengadu ke orang tuanya dan orang tua Boy, terbata-bata menyampaikan isi hati dan perlakuan suaminya. Dan akhirnya.... meja hijau. 

2) Ali posisi Manager, mempunyai istri yang jarang dandan dan bergaya tomboy. Selama ini semua pihak melihat Ali adalah ayah yang setia (lihat dari cover). Tetapi ternyata sangat menyukai wanita yang kurus dan berpenampilan natural dan membuatnya semangat bekerja setiap hari "Ina". Perhatian yang berlebihan memang tidak membuat Ina yang disukainya tertarik. Dan Ali hanya mampu mengagumi saja. Walaupun sudah jujur mengatakan isi hatinya, Ina tidak sedikitpun menerimanya. Padahal Ina sudah cukup matang menikah, tetapi memang belum jodoh Ina selalu kalah dalam percintaannya. Kekosongan hatinya tidak mampu membuat tiap pria yang mendekatinya gampang mendekati. Ina hanya menganggapnya sebagai teman. Bukan hanya Ali yang menyukainya, Dani dan Satrio yang sering mengajaknya makan bareng juga mengisi hari-harinya. Hati Ina masih sakit, apalagi melihat pria yang separuh baya tebar pesona padanya, Ina semakin miris melihat sifat pria. * Andai Ina mau, mungkin wanita ini bisa menjadi pengganggu rumah tangga orang lain.

3) Ko Budi yang lama hidup diluar negeri, tidak punya anak dan pisah dengan istrinya. Selama ini hanya menganggap wanita itu hanya kebutuhan tanpa ikatan yang harus dijaga dan dilestarikan hubungannya. Semua hubungan itu menurut dia serba cepat dan tak butuh waktu lama. Walaupun sudah separuh baya, dia tidak merasa kesepian, karena punya duit dan semuanya bisa dibeli dengan uang. Andai suatu saat menemukan wanita untuk bersamanya seumur hidupnya, berarti itu rejeki. Tapi dia ga ngoyo untuk harus dapat istri secepatnya. Gampanglah, semua bisa didapatkan di Indonesia. Dia pernah bertanya, bagaimana sih jatuh cinta itu? Seumur saya sekarang ini, saya sudah bosan lho bercinta??? *saya pun bingung menjawabnya.

4) Nanang yang tajir melintir, sudah tua, punya 1 anak dan cucu. Kesehatan yang sudah menurun, tidak menyurutkan kesukaannya pada perempuan-perempuan muda. Bila tidak ada perempuan muda yang bisa didekatinya dan diajak bercinta, dia menonton blue film yang membuat dia puas. Menurutnya selingkuh itu biasa, selama istri tidak tahu dan pulang ke rumah setiap malam. Andai istrinya tahu, sepertinya istrinya juga tutup mata karena Nanang setiap hari pulang ke rumah dan kebutuhan ekonomi yang selalu dia penuhi. Dengan percaya diri, Nanang selalu berkata, jadi cewek itu harus mengerti sifat pria, ga usah ngecek HP dan isi komputer deh. Pura-pura ga tau aja, diamkan saja, yang penting suami itu pulang ke rumah???

*cukuplah 4 contoh diatas membuat saya mual sekali menulis ini, seperti mau muntah, serius...........................butuh toilet buat muntah \&#%$!*


Huffttth, dari ke-4 contoh pria separuh baya yang lagi menikmati masa puber kedua (kata orang), saya berpikir apakah tidak ada cinta dan hati mereka yang tulus kepada pasangannya? Apakah secepat itu melupakan perasaan daripada logika dan nafsu sesaat? Memang benar, wanita itu menggunakan perasaan, tetapi apakah pria 90% hanya berisi nafsu dan logika yang harus dipenuhi? 

Apakah setiap wanita juga harus menyiapkan diri untuk melihat perubahan umur biologis pria puber kedua ini? Yup, mungkin itu jawabannya, bila pasangan menginjak umur puber lagi. Wanita saat itu secara visual harus kelihatan fresh, cantik dan sehat, juga harus bisa menjadi pasangan tempat curhat suami. Jadi, pasangannya tidak menyeleweng dong? Setidaknya wanita berkaca dan berusaha untuk tidak membuat pria itu bosan. Paling tidak membuat dia penasaran dan klepek-klepek. Jangan sampai pria sering sekali curhat dengan rekannya, setiap kali antar-jemput.

Minimalisir untuk jadi istri yang cemburuan. Buat pria itu tahu, rugi sekali meninggalkan Anda. Anda adalah istri, pasangan yang patut dihormati dan diperjuangkan selamanya dong, bukan hanya sampai puber kedua. Anda adalah pasangan yang dibanggakan dong, bukan disembunyikan seperti dalam tempurung!

Kalau memang pasanganmu sudah mempunyai sifat buruk yang tidak bisa berubah, walaupun istrinya sudah mencoba menjadi pasangan yang terbaik. Maaf, mungkin dia memang tidak pantas untuk Anda. Anda patut hidup bersama pria yang baik dan mencintai Anda selamanya, yang membuat kalian berdua saling menyempurnakan. Seperti pekerjaan, jodoh merupakan rejeki yang patut kita syukuri. Syukurilah setiap saat, setiap detik, bersama dengan pasanganmu. Karena waktu di kehidupan ini hanya sementara. Waktu tidak dapat mundur lagi. Jangan menyesal bila pasanganmu sudah tiada dan tak pernah kembali lagi. Sadarilah sebelum anda kehilangannya. Apalah arti pencarian yang terus menerus dalam kesemuan yang berakhir tanpa tujuan?  

Masa pubertas itu hanya sementara dan berakhir dengan umur yang semakin bertambah. Siapkah Anda hidup dalam logika pencapaian nafsu untuk memenuhi hasrat sesaat? Yang hanya ingin menunjukkan kamu kuat, kamu bisa dan kamu hebat. Selamanyakah kamu sehebat itu? Selamanyakah kamu kuat?? 

Suatu saat kamu akan mencapai masa tua dengan kerapuhan. Nah, saat itu, siapakah yang mampu bersamamu hidup menghabiskan waktu dan masa tuamu, yang bisa bersama tersenyum dan tertawa melihat indahnya keriput di wajah dan tanganmu, yang bisa bersamamu menghabiskan kopi dan susu di pagi hari yang cerah, yang bisa menikmati waktumu bersama dalam kebahagiaan di dunia yang hanya sesaat ini....

Saya ingin sekali mengakhiri cerita hidup dengan damai dan cinta. Tak ingin mual dan menangis melihat kengerian hubungan sesaat. Susah memang mencari pria yang baik hati, kalaupun ada, pasti sudah ada yang punya. Biarlah, semua pasti indah pada waktunya. *saya terus berharap, memperbaiki serta menyiapkan diri :)

Saya dedikasikan pada pria-pria diluar sana, yang pernah membuat pasangannya menangis dan terluka, yang pernah membuat pasangannya mual dan jijik. Percayalah, hanya cinta yang mampu membuatmu kembali. Hanya cinta kasih yang membuat hubungan bisa saling menghormati dan bertahan lama. Jadi, teruslah setiap hari merasakan jatuh cinta kepada pasanganmu.

Buat wanita yang pernah sakit hati dan sedih karena pria, saya cukup mengerti apa yang kalian rasakan. Tetaplah berusaha menjadi yang terbaik!

  

Pencarianku

Hasil

Powered By Blogger